Mewarisi dan Mempertahankan nilai-nilai Santri ditengah modernisasi
- Oct 26, 2025
- Petrus Titus Reawaruw,Spd
- Lingkungan
Mewarisi dan mempertahankan nilai-nilai kesantrian dalam Era Modernisasi :
Surabaya- Momentum hari Santri adalah sebuah hal yang sangat dihormati oleh semua pihak. Ini dapat dilakukan dengan memberikan peluang dan pengembangan ilmu pengetahuan akan nilai-nilai akan kehidupan bagi para santri saat ini.
Ditemui setelah Sarasehan hari Santri di MWCNU Gubeng, tiga cendikiawan dari NU dari berbagai latar belakang mengungkapkan pendapat mereka akan berapa pentingnya hari Santri bagi umat masa kini Sabtu ( 25/10) di kantor MCNU Jalan Juwongan Gubeng Surabaya
Riadi Ngasiran, Wakil ketua PCNU Surabaya, menyatakan sejarah dari hari Santri ini tidak bisa dilupakan dari resolusi Jihad sampai masa masuknya Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.
" Ini mengingatkan kita siapa asal dan usul kita sebagai manusia khususnya pada momen-momen tertentu di hari Santri pada tanggal 22 oktober. Namun demikian ada 2 hal yang terpenting yang patut diingatkan pada tanggal 17 September 1945 terkait dengan resolusi jihad terhitung satu bulan setelah Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu juga dengan kedatangan Belanda dan Sekutu yang mengancam kedaulatan bangsa dan negara kita mengakibatkan umat Islam pada waktu itu geram dan menganggap ini tidak bisa diremehkan dan harus di lawan serentak pada waktu itu pada tanggal 22 Oktober para santri mengatakan melawan Belanda dan juga antek-anteknya di kota tercinta Surabaya dengan mengatakan akan melawan di radius 92 km dari tempat mereka berada, " Kiayi senior di kota Surabaya.
" Momentum ini dimulai dari tanggal 21 dan tanggal 22 Oktober sebagai momentum bersama dengan mengadakan resolusi jihad. Ini adalah momen terpenting yang harus diingat oleh para setiap muslimat dan umat Islam, " Lugas tokoh LESBUMI Jawa Timur.
Sementara itu, terkait dengan perubahan nilai-nilai dalam. Masyarakat dalam dunia pendidikan saat ini, maka Gus Riadi mengatakan bahwa perubahan nilai-nilai yang terjadi hanya terjadi di dalam dunia sekolah modern. Namun ketika masuk dalam dunia pesantren maka nilai-nilai menghormati akan guru ataupun Kiayi masih tetap dipegang dan di lakukan setiap hari sehingga bagi dunia modern ini adalah sebuah kebiasaan yang berbeda dengan kebiasaan yang terjadi di dunia Santri hingga saat ini.
Dalam perspektif kemasyarakatan, gus Miftah Djauhari, penasehat MWC NU kecamatan Gubeng, bilang Lewat hari Santri ini menumbuhkan sifat dan sikap keilmuan dan persatuan sesama umat Islam.
" Dari Hari Santri ini maka bisa dipetik dia hal penting keilmuan dan persatuan. Keilmuan berarti memiliki arti memberikan pendidikan dan semangat keislaman kepada Kiayi- Santri dan pesantren untuk kembali mengingat akan yang sudah diberikan dan arti persatuan dengan adanya sarasehan ini dapat mengkonsolidasikan seluruh internal NU dan bagaimana menyemangati satu dengan lainnya dengan penanaman nilai-nilai NU dalam. Masyarakat, "kata pria yang selalu murah senyum
Terkait dengan gen z dan trend perubahan saat ini, Gus Miftah mengatakan Gen Z wajib mempelajari sejarah yang sudah ada dengan sepenuhnya dengan baik. Juga ditambah lagi jangan sampai sejarah ini di potong-potong dan mencari figure lain dalam. Ketokohan hidup.
" Untuk Gen z mari jadikan tokoh yang sudah ada jangan sampai di potong-potong. Carilah yang sudah ada dan merupakan role model atau contoh bagi kehidupan sehari-hari, " Imbuhnya
Dalam perspektif sejarah, Rojil Nugroho, dosen sejarah dari UNESA, mengatakan hari Santri ini merupakan momentum yang sangat panjang bagi Santri dan pesantren. Ini membuktikan rasa nasionalisme dan agama merupakan 2 hal yang tidak terpisahkan dalam perjuangan dalam membela kebangsaan saat ini.
" Konektivitas antara Santri dan Pesantren ini merupakan 2 hal yang sangat mendalam untuk dapat bergerak terus di sepanjang masa. Bahkan hubungan nasionalis. E
Nasionalisme dan agama ini sudah sangat erat dalam masyarakat saat ini.
Terkait dengan pembangunan kedepan dalam resolusi jihad saat ini, Rojil, bilang, pengembangan dari wawasan yang ada dalam Santri dan pesantren ini mendukung satu dengan yang lain khususnya dengan Pemerintahan. Alhasil ini dapat menghasilkan hubungan harmonis diantara umat dan umat agama lainnya.
* hubungan yang dilakukan Santri dan pesantren ini sudah sangat jelas dan memberikan arti sangat luas dalam perjuangan masa kini. Untuk itu perlu adanya sinergitas antara Santri dengan pesantren. Bahkan dalam skala yang luas dengan pemerintahan serta dengan umat agama lainya. Sehingga kedepan hubungan harmonis di lintas agama dapat tercipta dengan baik, " diakhir perbincangan dengan KIM PC 1000