Antusiasme Peserta Guru SD dalam pelatihan mitigasi bencana alam di SD Santa Clara

  • May 22, 2026
  • Petrus Titus Reawaruw,Spd
  • Lingkungan

Optimisme pelatihan mitigasi bencana alam guru-guru SD se- kota Surabaya 

Surabaya- pagi yang ceria dan cerah terpancar secara tersirat dan tersurat dalam guru-guru SD sekota Surabaya dalam mengikuti kegiatan Pelatihan Mitigasi bencana alam bersama tim Junior Chamber International ( JCI) dari Jepang,Selasa( 19/05) di SD Santa Clara Surabaya. Semangat dan gelora kebersamaan dari guru-guru ini dapat dilihat dari pelaksanaan program yang dibagi dalam teori dan praktik didalam dan di luar kelas.

 Dalam kesempatan yang berbahagia ini ada 2 pesan yang sangat singkat padat dan lengkap oleh para punggawa acara pada siang itu. Mulai dari Bapak Takoni Susumu, konsulat Jendral Jepang, yang sangat senang dengan adanya pelatihan ini dapat mendekatkan hubungan relasi antara pemerintah Jepang dan Indonesia. Terlebih ini adalah pelatihan penyelamatan yang membawa semangat kebersamaan dalam kemanusiaan antar kedua negara. 

" Ini merupakan kesempatan yang baik dalam menjalin hubungan baik antara kedua negara antara Indonesia dan Jepang kearah yang baik. Ini di sebabkan Jepang memiliki pengalaman yang banyak terkait bencana demikian juga dengan Pemerintahan Indonesia. Apalagi Guru sebagai tonggak terdepan dalam proses belajar mengajar yang dapat mendorong semua pihak yang dapat dijadikan soko guru arah dan petunjuk dalam membagikan pengalaman berharga ini kepada anak-anak didiknya, "kata Takoni Susumu yang fasih dalam berbicara dalam bahasa Indonesia. 

Senada, Siegfried Listijosuputro, JCI National Indonesia, sangat bersyukur dan berterimakasih bahwa pelatihan ini dapat diadakan dan memiliki tujuan yang baik bagi para guru dan nantinya diberikan kepada anak-anak didik serta stakeholder yang ada di sekolah. " Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan dari pelatihan mitigasi bencana di sekolah SD Katolik Santa Clara yang bertujuan agar nantinya semua ilmu yang didapatkan untuk menjadikan bekal yang baik dalam penanganan bencana secara cepat, tepat dan menyenangkan bagi para siswa. Tidak itu saja hal ini dapat memberikan pengalaman untuk berinteraksi bersama antara guru dalam membuat sebuah ekosistem yang bagus dalam mencari solusi penyelesaian masalah bencana alam dengan segera, "katanya

Sementara itu, Obura Ken, ketua atau chairman dari JCI Jepang mengungkapkan, Jepang dan Indonesia di kitari oleh ring of fire asia Pasifik dimana bencana alam dapat terjadi sewaktu-waktu dan tidak dapat diketahui kapan terjadi. 

" Indonesia dan jepang ada di lingkaran api asia Pasifik ini sudah barang tentu membutuhkan semangat dan energi yang sama dalam mempersiapkan jika kejadian kebencanaan itu datang serta diperlukan 2 hal penting yakni cara-cara yang sama:

Menjaga kekompakan group. Artinya dapat menaruh rasa dan perasaan yang sama dalam pergerakan untuk menjadikan bencana itu harus dapat dipahami dengan baik. Kedua berbicara bencana juga menjaga dan meningkatkan komunikasi bareng yang apik dalam mendukung penyelesaian masalah dalam kebencanaan", katanya

 Pelatihan yang dilakukan didalam kelas yakni pemaparan teori dari kebencanaan dan praktek di kelas hingga di titik kumpul. 

Di kelas Guru di minta untuk mendengarkan signal dari bahaya kebencanaan. Mereka harus tahu apa yang harus mereka lakukan didalam kelas dan apa saja yang harus diperhatikan. Selain itu juga, mereka mempraktekan menggunakan tandu dari sarung atau bahan sederhana dari kain serta mempraktekkan. Di tahapan lain para guru membuat jas hujan yang terbuat dari bahan plastik. Ini digunakan agar mereka dapat terlindungi ketika hujan atau air yang menyapa.

 Kesemuanya pelatihan ini dilakukan dengan sukacita dan sukaria bersama-sama walaupun dari beda sekolah tetapi semangat kebersamaan tetap ada. 

Suster Maria Lordes Uran MC, mewakili yayasan Puspita kencana, sangat mengapresiasi semua team dari JIC dan berharap semua pelatihan ini dapat di sumbangsihkan dengan baik kepada siswa agar mereka dapat bersiap dalam situasi dan kondisi yang darurat bencana alam. 

" Saya mengapresiasi kegiatan pelatihan bencana ini dari team JCI Jepang, JCI Indonesia, JCI Srikandi, semua guru, pengawas dan BKS kecamatan gubeng dan kota Surabaya. Besar harapan kami kolaborasi dan sinergisitas ilmu yang diberikan dapat diteruskan kepada murid-murid dan semua stakeholder sekolah yang ada. 

Di kesempatan yang berbeda, impresi dan kesan beberapa guru sangat senang dengan pelatihan ini. 

Hayyu Suzan Rahmawati dan Siti Rahma mewakili SD- SD yang ada di kecamatan gubeng sangat senang dan akan segera diteruskan pelatihan ini kepada anak-anak mereka agar sedapat mungkin mereka dapat menjaga diri mereka sebaik mungkin. Selain itu juga mereka berterimakasih atas ilmu yang dibagikan kepada para narasumber