Lomba Hadrah pengikat Persaudaraan diantara kita,kawan!
- Aug 22, 2024
- Petrus Titus Reawaruw,Spd
- Lingkungan
Surabaya-Hadrah atau Hadroh adalah seni musik Islam yang menggunakan beragam alat seperti rebana, tambur dan lain sebagainya guna meninggikan nama Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT.
Dalam perjalanan sejarah,alat musik ini digunakan sebagai siar yang dilakukan oleh para musafir dari Timur Tengah dalam mendukung perkembangan Umat terhadap Seni Islami dan ajaran-ajaran dalam Al-Qur'an. Seni musik ini biasanya dimainkan dalam mesjid,event kondangan dan berbagai macam even yang ada di lingkungan.
Alhasil mempertebal keimanan dalam berkarya dan berjuang bersama dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun Hadrah atau Hadroh ini dapat secara bebas dimainkan oleh semua status umur dan juga tingkatan umur.Alhasil pendalaman akan agama akan tampil beda dan mempesona melalui musik Hadrah.Secara gamblang dan menarik,permainan Hadrah ini dapat dilihat dari lomba Hadrah yang diselenggarakan di Gedung Wanita Senin(19/08).
31 kecamatan sekota Surabaya menampilkan para pemain Hadrah handal dengan gaya dan dinamika mereka dalam memproduksi nada dan irama yang bernuansakan Islami dengan membalutnya dengan bahasa kultur bahasa lokal Surabayaan membuat sebuah budaya yang asyeek dan sedap didengar.
Selanjutnya, mereka para pemain Hadrah dengan sukacita dan sukaria tidak hanya bermain untuk diri mereka atau group mereka sendiri tetapi juga saling mendukung group lain.
Alhasil kemampuan komunikasi ini menyebabkan semangat yang baru dan membuat semua orang terperanjat dengan dukungan satu dengan yang lainnya. Seraya mengatakan kita sama-sama hebat dan bersatu padu dalam nada dan irama.
sejalan dengan pemikiran dari Kun Maryati dalam bukunya Sosiologi (2006: 70) akulturasi adalah proses sosial yang terjadi bila kelompok sosial dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan kebudayaan asing yang berbeda.
Jika menelisik lebih dalam maka akulturasi budaya ini dapat dilihat secara jelas dalam musik Hadrah bahwasannya proses kebudayaan baru diterima kedalam budaya yang ada.
Nuansa budaya Islami jika di campur budaya Jawa Surabayaan memberikan impresi yang enak didengar dan bersemangat dalam perubahan baik.
Budaya baru yang membaur dengan apik adanya dalam semua elemen yang ada dalam budaya yang lokal mendorong semangat baru.
Hadrah hadir dalam budaya Indonesia yang pluralis. Artinya kemajemukan budaya bangsa secara langsung merawat, meramut dan menjaga kesadaran akan berbangsa dan bernegara dalam bingkai negara kesatuan Indonesia yang berpancasilais yang berbineka tunggal Ika.
Semoga Hadrah dapat mempererat persaudaraan Islamiah dan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang bertoleran kini dan sampai segala masa sebagai bangsa yang terhormat.