Gabungan antisipasi banjir 2 hari di kecamatan Gubeng
- Jun 23, 2026
- Petrus Titus Reawaruw,Spd
- Lingkungan
Surabaya- Hujan selama 2 hari yang terjadi di Surabaya dari tanggal 22- 23 Juni 2026 meremukkan wilayah yang ada di kecamatan Gubeng.
Beberapa wilayah terendam diakibatkan intensitas hujan yang panjang menyebabkan beberapa wilayah di kecamatan Gubeng terendam sampai setengah kaki. Ini tidak berhenti disitu saja, banyak kendaraan bermotor juga mogok dan tidak berjalan dengan baik. Kawasan di kelurahan Pucang Sewu pada tanggal 22 mengalami hal yang sama apalagi Ngagel timur dan Ngagel tama selalu menjadi tempat yang terfavorit untuk rendeman banjir.
Namun dihari kedua tanggal 23 Juni pengalaman yang sama terjadi di dua wilayah Ngagel Madya dan Bratang binangun khususnya didekat RMI. Di Ngagel madya, air yang selutut juga terpantau dalam skala dan intensitas penuh.
Dalam memberikan pelayanan terbaik, Pemerintah kota Surabaya turun dengan full team mulai dari dinas DSDABM, DLH, Dinas Perhubungan, satpol Kecamatan Gubeng dan dinas pemadam kebakaran turun mengadakan pergerakan dan pertolongan.
Di jalan Bratang Binangun, KIM Pucang Sewu sempat bertemu dengan beberapa pimpinan OPD kota diantaranya Bapak Agung, dari dinas perhubungan kota Surabaya, Eko Kurniawan Poernomo, Camat Gubeng dan Bapak Denny Tupamahu selaku sekretaris dinas Pemadam Kebakaran, Bapak Wahyu dari Polsek Gubeng
Dalam pemantauan dari KIM Pucang Sewu kolaborasi dari 3 dinas ini benar-benar keren dan memberikan arti yang baik. Mulai dari pengaturan jalan, pembersihan jalan dan penyedotan air yang langsung dilakukan secara gotong royong.
Dari Damkar sendiri menggunakan 4 kendaraan taktis dari menur, sukolilo, jambangan dan Bubutan( Posko Pusat)
Eko Kurniawan Poernomo, Camat Gubeng, bilang terjadinya banjir ini dikarenakan tingginya intensitas hujan yang tinggi dalam waktu yang banyak. 'Hujan yang terjadi lama waktunya dan dalam intensitas volume yang ringan hingga sedang disertai angin, " Kata Eko.
Dalam. Kesempatan pengaturan akan jalan ini, Eko mengajak seluruh RT dan RW untuk melakukan 3 hal strategis yang dapat dilakukan bersama warga. " Dimohon warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengadakan kerja bhakti berkala, dan tidak membuang sampah sembarang, "ungkapnya.
Seluruh proses penyedotan hampir sekitar 3 jam ini dilakukan oleh DAMKAR dengan baik dibawah komando Bapak Denny Tupamahu.